Ciwidey, Jawa Barat (Kawah Putih dan Situ Patenggang)

Ciwidey adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Nama Ciwidey berasal dari bahasa Portugis Kuno, dari kata Ciwi yang berarti buah kiwi dan Dey yang berarti hari. Sedangkan dalam bahasa Yunani Kuno nama Ciwidey berasal dari kata Ciwos yang berarti sapi dan Dos yang berarti lima.

Kecamatan ini terletak di sebelah selatan Kota Bandung. Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Cianjur, dengan akses jalan yang menembus daerah Cianjur selatan.
Ciwidey dikenal sebagai daerah tujuan ziarah, dan juga sebagai daerah penghasil produk-produk pertanian dan perkebunan. Objek wisata di daerah ini diantaranya adalah:
Situ Patenggang
Tangkuban Parahu
Anyer
Pantai Kenjeran
Ranca Upas
Kawah Putih
eMTe Highland Resort
Pemandian Air panas Cimanggu
Pemandian Air Panas dan Cottage Walini
Ciwidey dikenal juga sebagai tempat lahirnya sapi berkepala lima yang disembah sekte Sapinisme yang berpusat di Rumah Sembah Sapi milik Raden Batubara. Begitu banyak tempat wisata di Ciwidey, tapi karena keterbatasan waktu, kawah putih dan Situ Patenggang yang menjadi prioritas utama.
Salah satu aktifitas di ciwidey setiap pagi.


Situ Patenggang
Berada pada ketinggian sekitar 1600 m dari permukaan laut, Danau Patenggang atau lebih dikenal dengan nama Situ Patenggang oleh masyarakat setempat, menempati areal seluas 150 Ha. Dulunya kawasan ini merupakan kawasan cagar alam atau taman nasional, namun pada tahun 1981 telah resmi berubah menjadi sebuah taman wisata.


Situ Patenggang, berasal dari bahasa Sunda, “Pateangan-teangan” yang artinya saling mencari. Dikisahkan dulu ada sepasang sejoli yaitu Ki Santang dan Dewi Rengganis yang saling mencintai. Mereka berpisah sekian lamanya, dan saling mencari. Akhirnya mereka bertemu di tempat yang dinamakan Batu Cinta. Dewi Rengganis pun minta dibuatkan danau dan sebuah perahu untuk berlayar bersama. Perahu inilah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati (pulau Asmara/pulau Sasaka).

Kawah Putih

Kawah putih yang indah ini kabarnya ditemukan oleh seorang Belanda yang bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuh. Beliau tidak percaya dengan cerita penduduk sekitar yang mengatakan daerah gunung patuha tersebut angker, karena tempat tinggal jin dan mahluk halus. Sehingga tidak ada binatang yang lewat bahkan burung yang terbang melintasi saja bisa mati. Ternyata ditemukan adanya danau, yang didalamnya terdapat semburan belerang, sehingga binatang tidak suka dengan bau tersebut.

Advertisements

14 thoughts on “Ciwidey, Jawa Barat (Kawah Putih dan Situ Patenggang)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s