Prinsip Dasar Fotografi Lanskap (dan Silakan Dilanggar) – Yuliandi Kusuma

Sebenarnya tidak ada prinsip yang mutlak dalam fotografi. Fotografi merupakan seni, sehingga aturan dan persyaratan yang kaku berarti akan membatasi ekspresi kreatif. Tapi, memahami beberapa prinsip dasar fotografi lanskap tentu tak ada salahnya, juga kapan harus meningkatkan, menghindari, dan mengurangi efek kreatif.

Sebenarnya tidak ada prinsip yang mutlak dalam fotografi. Fotografi merupakan seni, sehingga aturan dan persyaratan yang kaku berarti akan membatasi ekspresi kreatif. Tapi, memahami beberapa prinsip dasar fotografi lanskap tentu tak ada salahnya, juga kapan harus meningkatkan, menghindari, dan mengurangi efek kreatif.

PEDOMAN 1
Prinsip: Abadikan di Golden Moment

Dalam fotografi lanskap, perencanaan, persiapan, dan kesabaran sama pentingnya dengan jarak fokus, f-stop, dan filter. Jika Anda mengabadikan sesaat setelah matahari terbit atau sebelum matahari terbenam, matahari masih berada rendah di langit dan bayangan akan terlihat lebih panjang dan lebih lembut merekam keindahan pemandangan. Cahaya juga akan menghangatkan warna, sehingga seluruh pemandangan akan terlihat lebih menarik dibandingkan ketika direkam  di siang hari.

Langgar prinsip: Abadikan pada siang dan malam Tak perlu membatasi diri harus memotret di saat matahari terbit atau terbenam. Mercusuar dengan background pemandangan laut, misalnya, bisa terlihat cantik dengan latar belakang birunya langit dalam cahaya matahari yang kuat. Tengah hari juga waktu yang tepat untuk memotret di hutan, di mana matahari tinggi menerangi dedaunan. Pertimbangkan juga untuk melakukan pemotretan sebelum matahari terbit dan sesudah matahari terbenam ketika dataran diterangi dengan cahaya langit dan bulan yang lembut. Dengan eksposur yang dilakukan selama beberapa menit, hasilnya bisa sangat mengagumkan

PEDOMAN 2
Prinsip: Gunakan lensa sudut lebar

Umumnya fotografi lanskap mengabadikan pemandangan yang luas. Lensa wide-angle menjadi pilihan yang logis karena bisa memasukkan lebih banyak pemandangan ke dalam frame. Lensa dengan jarak fokus efektif yang lebih pendek dari 50mm (atau 35mm jika menggunakan kamera berformat APS-C) digolongkan sebagai lensa wide-angle, tapi lensa 21mm dan 24mm paling sering digunakan. Untuk mendapatkan pandangan yang setara pada kamera APS-C, diperlukan lensa dengan jarak fokus sekitar 14-16mm.

Langgar prinsip: Pakai lensa tele

Lensa telefoto mungkin bukan pilihan otomatis untuk fotografi lanskap, tapi diperlukan juga untuk menangkap detail atau mengisolasi bagian tertentu pada pemandangan. Menggunakan lensa yang lebih panjang mengurangi ruang tajam dan terlihat memadatkan perspektif, sehingga deratan perbukitan terlihat berdekatan, dan pengulangan pola pada lanskap terlihat jelas.

PEDOMAN 3

Prinsip: Gunakan prinsip “rule of thirds”

Prinsip sepertiga ini sangat mudah diaplikasikan dan efektif. Ketika membuat komposisi gambar, cobalah membayangkan gambar dibagi menjadi tiga bagian horisontal dan tiga bagian vertikal yang sama. Gunakan fitur grid di kamera agar lebih mudah mengaplikasikannya. Ketika melakukan pengomposisian, atur elemen utama di salah satu kolom atau ‘sepertiga bagian’. Pada lanskap, ini bisa berarti mengatur komposisi agar sepertiga bagian gambar berisi langit, dan dua pertiga bagian berisi daratan. Elemen lain, seperti pohon pada foreground atau di kejauhan, dapat diposisikan pada garis perpotongan antara vertikal dengan horisontal.

Langgar prinsip: Komposisi ekstrem

Kadang, mengubah keseimbangan komposisi menjadi ekstrim sehingga salah satu elemen pemandangan mendominasi gambar justru bisa berhasil. Cara ini bisa berarti mengabadikan dengan secuil daratan dengan langit biru yang sangat luas, misalnya, atau sebaliknya, sepotong kecil langit di atas dataran. Hasil gambar akan menampilkan kesan yang tegas. Perhatikan dengan cermat pemandangan yang ada di hadapan Anda, kemudian pertimbangkan elemen apa yang paling penting dan di mana letak daya tariknya. Kalau ada jalan setapak yang mengarah ke sebuah pohon di atas bukit, artinya perjalanan ke atas bukit lebih menarik ketimbang langit di atas pohon, jadi masukkan sepotong kecil langit saja dalam bingkai foto.

PEDOMAN 4
Prinsip: Manfaatkan foreground

Foto yang membosankan masih bisa berubah menjadi gambar yang memikat perhatian dengan memasukkan sesuatu pada foreground. Foreground interest dapat memperbaiki gambar lanskap dalam berbagai cara, bukan hanya sekedar mengisi kekosongan ruang. Foreground interest akan membantu memberi kesan skala dan menciptakan progresi dari area yang dekat ke bagian tengah dan elemen di kejauhan yang lebih jernih. Menyajikan perjalanan yang menyenangkan bagi mata yang melihat. Umumnya, lanskap memiliki banyak obyek potensial untuk dimasukkan ke dalam foreground. Elemen pemandangan seperti air terjun, jalan setapak, pagar, dan dinding yang terdapat pada lanskap bisa membantu menarik perhatian mata pada pemandangan sebagai latar depan.

Langgar prinsip: Manfaatkan ruang kosong
Ada kalanya, keseragaman atau kekosongan pemandangan yang justru memberi kesan pada gambar. Daripada  mencari obyek untuk membuat gambar lebih ramai, lebih baik kalau memanfaatkan ruang secara positif. Kuncinya adalah mengidentifikasi hal yang penting pada pemandangan dan  memanfaatkannya maksimal.  Bisa saja Anda mengomposisi dua per tiga bagian gambar hampir kosong. Tapi ruang ini bernilai positif, bukan negatif, karena menyebabkan pandangan mata langsung mengarah ke obyek utama di belakang.

PEDOMAN 5
Prinsip: Gunakan aperture sempit

Mendapatkan area foreground, tengah, dan background dalam ketajaman yang memadai dapat dilakukan dengan menggunakan apertur sempit untuk menghasilkan ruang tajam (depth of field) luas. Aperture Priority adalah pilihan modus pemotretan yang tepat untuk digunakan, karena memungkinkan pengguna untuk mengelola apertur sementara kamera menentukan kecepatan shutter secara otomatis. Pastikan Anda juga tidak terjebak menggunakan apertur tersempit (f/ paling besar) yang tersedia pada lensa karena biasanya setelan ini justru akan menghasilkan gambar yang lembut. Difraksi adalah pembelokan gelombang cahaya ketika melewati bukaan apertur. Semakin sempit bukaan apertur, pembelokan cahaya yang terjadi akan semakin signifikan.

Langgar prinsip: Gunakan aperture lebar
Menggunakan apertur lebar untuk memburamkan foreground juga dapat memperkuat bagian lanskap dominan yang posisinya lebih jauh, seperti kincir angin atau mercu suar. Trik ini cocok ketika melanggar prinsip ke empat untuk memanfaatkan ruang positif.  Bahkan, Anda juga bisa menggabungkan dua gambar yang diabadikan dengan apertur lebar dengan fokus di posisi berbeda. Bisa saja Anda mengomposisi dua per tiga bagian gambar hampir kosong. Tapi ruang ini bernilai positif, bukan negatif, karena menyebabkan pandangan mata langsung mengarah ke obyek utama di belakang.

Tutorial ini saya copy paste dari email pribadi, tanpa menambahkan dan mengurangi teks & foto penulis. Semoga berkenan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s